Murah dan bebas biaya listrik. Rumah pun tidak lembab dan pengap lagi.

Idealnya sebuah ruangan butuh pergantian udara dengan volume 70 – 90 meter kubik (m3) per jam, agar suhunya sama dengan suhu di luar. Masalahnya, jendela dan pintu tidak selalu terbuka. Sementara ventilasinya kadang relatif kecil sehingga udara di dalam ruang terasa panas.

 

Masalah lain, saat udara keluar masuk, sirkulasi udara hanya tercipta di bawah plafon. Sedangkan di antara atap dan plafon udara panas mengumpul. Karena tak ada celah untuk keluar, udara panas dari permukaan atap itu diradiasikan ke bawah sehingga ruang menjadi makin panas.Udara panas di antara atap dan plafon itu juga menyebabkan kondensasi (pengembunan) yang bisa membuat plafon dan dinding berjamur. Pemasangan AC memang bisa membantu menyejukkan ruangan. Namun, harga AC masih relatif mahal dan konsumsi listriknya cukup besar.

Karena itu kalau mau yang lebih murah, Anda bisa memakai turbin ventilator untuk mengurangi panas dan pengap pada ruang. Fungsinya serupa dengan exhause fan. Hanya sebelumnya ventilator lebih banyak dipakai di pabrik, gedung olahraga, dan ruang dengan fungsi berat. Baru belakangan tersedia untuk rumah tinggal dengan ukuran lebih kecil.

Bentuknya mirip jamur atau bawang bombay dengan sirip-sirip vertikal, dan dipasang menonjol di atap rumah. Kebanyakan ventilator terbuat dari aluminium atau stainless steel, dan beberapa mulai ada yang dari polikarbonat.

Cukup efektif

Menurut  Direktur dari salah satu produsen ventilator ini cukup efektif mengeluarkan panas dari plafon. Ventilator bekerja dengan tenaga angin. “Turbinnya memutar dan membuat udara dalam ruang tersedot keluar. Turbin berputar otomatis akibat dorongan naik dari udara di luar (yang lebih berat) terhadap udara panas (yang lebih ringan) di dalam melalui sirip-sirip vertikalnya,” jelasnya.

Sirip-sirip itu akan terus berputar meskipun tiupan angin sangat kecil. Model siripnya yang dibentuk sedemikian rupa juga menghalangi masuknya air hujan. Turboair tersedia dalam bahan aluminium dan stainless steel, untuk residensial dan komersial (perkantoran, pabrik), dengan tipe dan ukuran berbeda sesuai kebutuhan ruang. Yang dari stainless lebih kuat dan tahan karat. Sedangkan yang dari aluminium lebih mudah pudar dan berkarat meskipun juga tahan lama.

Sama dengan Atap

Selain dari logam ada juga ventilator dari polikarbonat seperti Supavent. “Dengan bahan itu turbin lebih kokoh dan berumur lebih panjang,” klaim Maylisa Tamara, General Manager PT Solartek, distributor Supavent. Ventilator impor ini mampu menghisap udara 200 persen lebih besar dan sanggup bertahan dari terjangan angin berkecepatan hingga 240 km/jam.

Karena terbuat dari polikarbonat, pilihan warnanya pun lebih beragam (delapan warna) dan bisa disesuaikan dengan warna genteng, sehingga estetika rumah tetap terjaga. Supavent hanya mengeluarkan satu tipe berdiameter 25 cm. Sayang Maylisa tidak bersedia menyebut harganya.

Pemasangan ventilator bisa mengikuti kemiringan atap hingga 45 derajat. Idealnya, penempatan lebih tinggi daripada puncak atap rumah agar tiupan angin bergerak bebas mencapai turbin. Hanya karena semua puncak atap sudah diberi lapisan semen, pemasangan bisa agak ke bawah di mana Anda bisa membuka genteng.

Sebelum dipasang terlebih dulu dilakukan survei terhadap posisi rumah (misalnya, apakah terhalang tembok tetangga atau tidak), dan ukuran ruang yang akan dipasang turbin. Bila tembok tetangga lebih tinggi daripada atap rumah, akan dibuatkan cerobong yang memungkinkan posisi ventilator lebih tinggi. Harga sudah termasuk biaya pemasangan dengan garansi 10 tahun dan bebas perawatan. Amalia M Roozanty

Cara Mengukur Ruang

Turbin ventilator bisa dipasang di atas ruang manapun. Ruang tamu, ruang makan, dapur atau kamar mandi. Pendeknya semua ruang yang butuh kelancaran sirkulasi udara. Di pasaran tersedia ventilator untuk rumah tinggal dengan diameter 25 – 60 cm. Meski nanti pemasang yang akan memberitahu ukuran turbin yang cocok setelah disurvei, Anda bisa mengukur sendiri kebutuhan ventilator.

Caranya, tentukan dulu volume ruang (panjang x lebar x tinggi). Katakanlah, ruang tamu dengan panjang 6 m, lebar 3 m, dan tinggi 4 m. Setelah itu tentukan volume atap (panjang x lebar x tinggi). Bila tinggi atap 2 m, angka ini dibagi 2 karena atap rumah umumnya berbentuk segitiga. Hasilnya:

Volume ruang : 6 m x 3 m x 4 m = 72 m3

Volume atap : 6 m x 3 m x 2 m/2 = 18 m3

Total ruang = 90 m3

Ventilator Turboair berdiameter 45 cm misalnya, memiliki kapasitas hisap 42,36 m3/menit. Dengan demikian untuk ruang volume 90 m3 dibutuhkan dua Turboair berdiameter 45 cm.